Apa Saja Jenis Lampu dan Flash dalam Fotografi | Blog Banten Kamera

Apa Saja Jenis Lampu dan Flash dalam Fotografi

flash eksternal
Sumber foto : Google
Cahaya merupakan unsur utama dalam fotografi, sebagaimana dijelaskan bahwa fotografi merupakan melukis dengan cahaya sehingga cahaya menjadi unsur utama terciptanya sebuah karya fotografi yaitu berupa foto. Beberapa kondisi, waktu dan tempat penggunaan flash atau lampu kilat memang tidak dibutuhkan, hal tersebut karena pencahayaan di sekitar sudah cukup untuk menghasilkan foto yang bagus.

Namun beberapa kondisi lampu kilat sangat dibutuhkan untuk membantu menerangi objek bidikan, dengan begitu hasil foto akan menjadi lebih bagus meskipun dengan pencahayaan sekitar yang tidak terang karena telah dibantu dengan menggunakan kampu kilat.

Biasanya lampu kilat digunakan pada malam hari, dimana pencahayaan tidak merata dan cenderung kurang cahaya, ataupun bisa saja flash digunakan untuk memotret pada siang hari untuk mengurangi fill in atau sisi gelap pada wajah ketika memotret tepat dibawah matahari.

Tidak hanya itu, flash juga digunakan untuk membuat kesan estetis yang lebih tinggi, dalam hal ini berarti flash lebih memberikan nilai keindahan serta membantu untuk menghasilkan foto yang lebih bagus. Biasanya ini dilakukan ketika memotret model, memotret orang di studio, memotret produk dan lain sebagainya. Sehingga dengan begitu hasil foto bisa menjadi lebih cerah dibabandingkan dengan tidak menggunakan bantuan lampu kilat.

Seperti halnya kamera, flash juga memiliki beberapa jenis yang biasanya penggunaan dan fungsinya berbeda - beda. Selain fungsinya yang berbeda - beda flash juga dibagi berdasarkan cara penggunaannya. Berikut beberapa jenis flash atau lampu kilat yang dapat dipilih untuk digunakan guna kebutuhan fotografi:

Flash Internal atau Pop up
Flash internal
Sumber foto : Google

Sebagian besar kamera dilengkapi dengan flash internal atau disebut juga dengan pop up, jenis flash ini merupakan cahaya bantuan yang terdapat pada kamera itu sendiri, sehingga flash ini memang menempel pada kamera. Flash ini berada di bagian atas kamera, untuk menggunakannya dapat memencet tombol flash yang berada di bagian samping kanan atau samping kiri flash.

Ketika menggunakan mode full auto, flash ini terkadang terbuka dan menyala sendiri, hal ini terjadi karena kamera menangkap bahwa tingkat cahaya di sekitar objek sangat minim. Selain flash ini yang memiliki ukuran yang kecil, daya atau kekuatan cahaya yang dapat dikeluarkan oleh flash ini juga sangat kecil sehingga flash ini memiliki batas jarak pencahayaan yang dekat, flash ini hanya dapat menerangi objek yang memiliki jarak tak lebih dari 3 meter dari posisi kamera.

Ketika akan menggunakan flash ini, pastikan jarak objek dengan kamera tidak terlalu jauh, sehingga hasil foto menjadi lebih cerah. Namun jika jarak objek dengan kamera terlalu jauh, tentu flash ini tidak dapat banyak membantu menerangi objek, sehingga foto yang dihasilkan cenderung gelap.

Flash ini juga memiliki kkualitas yang kurang bagus, terkadang ketika menggunakan flash ini hasil fotonya memiliki bayangan hitam, dengan begitu memang foto yang dihasilkan menjadi kurang menarik. Selanjutnya penggunaan flash internal yang terlalu sering juga dapat menguras daya baterai, karena flash ini menempel pada kamera sehingga otomatis menggunakan daya dari baterai kamera. Namun meskipun begitu, flash ini sudah cukup membantu untuk memberikan cahaya yang lebih terang ketika tidak ada lagi penerangan buatan lain yang dapat dimanfaatkan.

Speedlite
speedlite
Sumber foto : Google

Flash ini memiliki ukuran yang besar bahkan hampir setara dengan kamera yang digunakan, bobotnya pun setengah dari kamera DSLR. Namun flash eksternal ini juga dibagi menjadi beberapa jenis yaitu speedlite yang dapat memancarkan cahaya besar, sedang hingga kecil. Meskipun begitu flash ini memiliki pancaran cahaya yang lebih besar dari flash internal atau pop up. Flash eksternal ini digunakan untuk kegiatan atau dokumentasi acara yang lebih serius seperti dokumentasi wedding, pra wedding dan acara lainnya.

Ketika menggunakan flash ini jangan khawatir daya baterai kamera akan berkurang karena flash ini menggunakan baterai kamera yang terpisah. Biasanya baterai yang digunakan untuk flash ini yaitu sebanyak 4 buah. Flash atau speedlite saat ini sudah tersedia dalam berbagai merek yang berbeda - beda, beberapa diantaranya yaitu yongnuo dan canon.

Untuk menggunakan flash ini juga sangat mudah, yaitu hanya memasangnya pada dudukan flash atau yang biasa disebut dengan hot shoe, setelah itu jangan lupa kencangkan flash dengan memutar bulatan bergerigi yang terdapat pada speedlite agar speedlite tidak mudah jatuh serta terpasang erat di kamera.
Lihat juga : Tips membeli kamera 600D bekas
Speedlite Manual
speedlite TTL
Sumber foto : Google

Flash ini sebenarnya termasuk dalam jenis speedlite atau flash eksternal, flash manual dalam penggunaanya perlu diatur terlebih dahulu. Flash ini dapat diatur berdasarkan cahaya yang keluar, mulai dari cahaya yang terkecil sedang hingga menengah. Flash ini lebih cocok digunakan oleh fotografer yang sudah pernah atau terbiasa menggunakan flash, karena hal ini sedikit rumit jika dijelaskan secara cepat kepada pengguna yang baru pertama kali akan menggunakannya.

Ketika cahaya yang dibutuhkan sangat besar, maka angka yang dapat dipilih yaitu angka terbesar yaitu 1/1, namun hanya sedikit saja cahaya yang dibutuhkan, pengaturan dapat dirubah ke angka yang kecil seperti 1/16. Untuk yang akan berpindah pindah tempat menggunakan flash ini, tentunya memerlukan waktu yang lebih banyak karena harus diatur terlebih dahulu pencahayaan untuk setiap pindah tempat, karena biasanya setiap tempat memiliki pencahayaan yang berbeda - beda.

Speedlite Auto
flash auto
Sumber foto : Google

Sama seperti speedlite manual, speedlite ini juga merupakan bagian dari speedlite. Namun tentu memiliki perbedaan dengan speedlite manual, seperti namanya speedlite auto ini tidak perlu diganti atau di ubah - ubah ketika akan menggunakannya, karena flash ini akan membaca sebanyak apa cahaya yang harus dikeluarkan sehingga speedlite akan mengeluarkan cahaya sendiri. Bagi yang baru pertama kali dan belum mengerti mengenai penggunaan speedlite atau flash internal, sebaiknya memilih untuk menggunakan flash ini.

Karena jika menggunakan flash atau speedlite manual dikhawatirkan sulit untuk menentukan sebesar apa cahaya yang harus dikeluarkan, sehingga jika cahaya yang keluar terlalu besar maka foto akan menjadi over exposure atau terlalu cerah, begitupun sebaliknya. Namun dengan menggunakan speedlite auto, pengguna tidak perlu repot lagi untuk mengatur tingkat cahaya yang keluar dari speedlite.

Continuous Light
Continuous light
Sumber foto : Google

Ini merupakan salah satu pencahayaan buatan yang dapat memancarkan cahaya secara terus menerus, berbeda dengan flash intenal dan eksternal yang akan terbuka dan mengeluarkan cahaya ketika tombol shutter dipencet saja.

Continuous light juga dibagi ke dalam dua jenis yaitu coldlight dan hotlight, keduanya sama - sama memancarka cahay secara terus menerut namun dapat dilihat dari namanya maka hotlight dapat mengeluarkan suhu yang panas jika digunakan dalam waktu yang lama, sehingga akan membuat objek menjadi terganggu dengan suhu panas yang menyorotnya.

Berbeda dengan hotlight, coldlight lebih memberikan suhu yang tidak terlalu panas sehingga objeknya tetap nyaman. Namun memang hotlight memiliki harga yang lebih murah serta pemasangan yang lebih mudah.

Selain untuk membantu mengahsilkan foto, continous light juga dapat digunakan untuk membuat atau merekam video karena cahaya yang dikeluarkan terus menerus selama dialiri listrik. Karena cahaya merupakan salah satu komponen penting dalam fotografi, maka pemilihan cahaya bantuan juga perlu ditentukan dengan baik agar foto yang dihasilkan bisa sesuai dan bagus.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu untuk menentukan jenis flash atau speedlite yang akan digunakan. Selamat menentukan flash pilihanmu!
Bagikan:

Berlangganan untuk email update gratis: